Rabu, 01 Oktober 2014 RSS Feed ePaper Indonesia Business Daily

Hukuman Pancung Satinah, Masih Ada 23 TKI Bernasib Serupa Di Arab

Ashari Purwo   -   07 April 2014, 17:59 WIB

TERKAIT

Ilustrasi TKI/
Ilustrasi TKI

Bisnis.com, JAKARTA - Sedikitnya 48 warga negara Indonesia terancam hukuman mati di Arab Saudi dengan berbagai kasus tindak pidana.

Wakil Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Lalu Muhamad Iqbal mengatakan jumlah terancam hukuman mati tersebut sebanyak 23 diantaranya dituntut kasus pembunuhan.

"Sehingga negara masih berisiko membayar diyat untuk 23 terdakwa tersebut," katanya seusai menyaksikan penyerahan bantuan diyat untuk Satinah hasil penghimpunan dari Forum Wartawan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Senin (7/4/2014).

Berdasarkan data dari kemlu, jelasnya, selain didakwa kasus pembunuhan, banyak WNI didakwa kasus berzina dan menyalahgunaan obat terlarang.

“Semuanya diancam hukuman mati," ujarnya.

Khusus untuk kasus pembunuhan, WNI bisa saja bebas dengan pemberian maaf dari keluarga korban.

“Namun pemberian maaf itu, biasanya disertai sejumlah tuntutan uang diyat yang besarannya sangat relatif," katanya.

Besaran diyat yang harus dibayar, menurut anjuran raja dibayar setara dengan harga 100 unta dengan berbagai usia.

“Jika dirupiahkan setara dengan Rp1,5 miliar," sambungnya.

Tapi dalam mayoritas kasus, tuturnya, penentuan besaran ditetapkan sesuai dengan kesepakatan klan dari keluarga.

“Disini lah risiko pembengkakan uang diyat seperti yang ada dalam kasus Satinah Jumadi Ahmad," kata dia.


Editor : Yoseph Pencawan

Dapatkan Indonesia Business Daily US$5/Minggu via Internet Banking Mandiri, BCA, BNI, Permata. Klik disini!
Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER