Jum'at, 01 Agustus 2014 RSS Feed ePaper Indonesia Business Daily

Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan Di Batam Bertambah Dua

Newswire   -   04 April 2014, 10:36 WIB

TERKAIT

Ilustrasi/
Ilustrasi

Bisnis.com, PEKANBARU - BPJS Kesehatan menambah dua kantor pelayanan di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Manajemen Kantor BPJS Kesehatan Divre II menambah kantor layanan baru (Liaison officer) sebanyak empat unit.

Yakni di kawasan Kabil dan Panbil di di Kota Batam, serta di Duri dan Panam di Provinsi Riau.

"Keberadaan liaison officer berfungsi sebagai kantor perwakilan, pemasaran dan kepesertaan dalam memperkuat pelayanan pada masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan," kata Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional II Benjamin Saut PS di Pekanbaru, Kamis (3/4/2014).

Menurut dia, BPJS Kesehatan Divisi Regional II meliputi Sumbar, Jambi, Riau, dan Kepri berkomitmen untuk terus meningkatkan kepesertaan agar lebih banyak lagi masyarakat yang mendapatkan jaminan kesehatan.

Oleh karena itu, kantor layanan baru atau "liaison officer" yang akan beroperasi pada 7 April 2014 itu adalah di Panam Kota Pekanbaru, sedangkan tiga unit lainnya sudah beroperasi.

"Liaison officer yang sudah beroperasi berada di Kabil dan Panbil berada dikawasan industri Batam beroperasi pada 3 April 2014, berikutnya "liaison officer" di Duri, Kota Dumai Riau pada 15 Februari 2014, dan "liaison officer," katanya.

Keberadaan "liaison officer" ini katanya akan mendukung kelancaran aktivitas pendaftaran kepesertaan terkait keberadaan kantor layanan operasi kabupaten (KLOK) cabang pada tiap daerah yang tiap hari terus dibanjiri pendaftar untuk memperoleh jaminan kesehatan itu.

Sebab, katanya lagi, jaminan kesehatan diperlukan karena setiap individu berpotensi mengalami resiko antara lain dapat terjadi sakit berat, menjadi tua dan pensiun, tidak ada pendapatan, masa hidup panjang, sementara dukungan anak atau keluarga lain tidak selalu ada dan tidak selalu cukup.

"Pada umumnya masyarakat masih berfikir praktis dan jangka pendek sehingga belum ada budaya menabung untuk dapat menanggulangi apabila ada musibah sakit," katanya dan menambahkan masyarakat di Indonesia pada umumnya belum "insurance minded", terutama dalam asuransi kesehatan, hal ini disebabkan mungkin premi asuransi yang ada (komersial) mahal atau memang belum paham manfaat asuransi.

Dengan demikian, katanya lagi, untuk menjamin agar semua resiko tersebut dapat teratasi tanpa adanya hambatan finansial makan JKN diselenggarakan melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial bersifat nasional,wajib, nirlaba, gotong royong, ekuitas, solusi untuk mengatasi resiko yag mengukin terjadi dalam kehidupan.


Source : Antara

Editor : Yoseph Pencawan

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER